Hari ini baru saja kembali dari lokasi proyek, tempat saya melakukan kerja praktek di Jalan Pasar Minggu, Kalibata. Kembali ke lokasi proyek karena ada beberapa data tambahan yang masih ingin dicari. Suasana di lokasi proyek sekarang berbeda dengan kondisi dulu pada saat saya datang ke lokasi proyek pertama kali. Pada saat pertama kali datang saya dan kelompok (eko dan teguh) mendapati suasana yang kaku meskipun sebenarnya tidak terlalu mengganggu, tetapi tadi suasana begitu cair dan bapak2 yang semula ‘kurang bersahabat’ menjadi bersahabat dalam tanya jawab beberapa menit mengenai beberapa persoalan2 yang biasa ada di dalam proyek. Dalam tanya jawab itu si bapak seringkali berbagi pengalamannya dalam menangani suatu proyek. Menarik Sekali.
Suatu proyek tidak akan sama dengan proyek lainnya apalagi dengan industri manufaktur. Dalam mengelola proyek dibutuhkan skill tersendiri dan pengetahuan serta wawasan yang luas.
Bayangkan saja, dalam suatu periode waktu yang sangat singkat dan dengan sumber daya keuangan yang terbatasi oleh kontrak (di luar additional oder) suatu proyek harus tetap berjalan dan terselesaikan sementara pada saat yang sama ada 1001 persoalan, mulai dari pekerja yang membandel (kalau yang ini sih banyak banget), kesalahan teknis, sampai masalah klaim yang diajukan owner. Suatu proyek akan bersifat begitu dinamis dari berbagai sisi.
Proyek merupakan akibat dari mekanisme demand-supply. Misalnya saja ditempat KP saya yang meruapkan proyek apartemen. Jika dilihat saat ini, pemukiman berbasis lahan horizontal, sudah tidak memungkinkan, oleh karena itu yang paling mungkin saat ini adalah pengadaan lahan vertikal, ya… salah satunya dengan apartemen.